Mkhitaryan Tolak Perpanjangan Kontrak dari Dortmund

Henrikh MkhitaryanPeluang tim-tim peminat Henrikh Mkhitaryan semakin terbuka terbuka lebar setelah yang bersangkutan dikabarkan telah menolak tawaran perpanjangan kontrak yang disodorkan oleh manajemen Borussia Dortmund. Hal ini membuat rumor dan spekulasi transfer Henrikh Mkhitaryan semakin menguat.

Bahkan laporan dari web login sbobet menyebutkan jika pemain Dortmund ini sudah tak betah lagi berada di Westfalenstadion.

Sebelumnya Henrikh Mkhitaryan sudah dikaitkan dengan beberapa klub top di Eropa. Di daratan Inggris, ada Chelsea yang amat mengidamkan jasa gelandang serang Borussia Dortmund tersebut. Dengan munculnya kabar penolakan kontrak baru Mkhitaryan, maka hal tersebut semakin menguatkan rumor kepindahannya ke klub kota London Barat tersebut. Penolakan tawaran perpanjangan kontrak ini membuat Mkhitaryan bisa meninggalkan Dortmund dengan status bebas transfer pada Juni 2017.

Mkhitaryan merupakan salah bintang terang di Bundesliga musim ini. Ia berhasil mengambil satu peranan penting di skuat utama Dortmund. Tak hanya itu ia juga membawa Dortmund menempel ketat Bayern Munchen di Bundesliga.

Sepanjang musim ini, Mkhitaryan sudah mengemas 11 gol dan 15 assist. Tak heran jika talenta emas pemain berusia 27 tahun tersebut diminati oleh banyak tim elit Eropa.

Pada kesempatan lainnya, agen Mkhitaryan, Mino Raiola mengatakan bahwa kliennya masih menghormati kontrak bersama Dortmund. Kepada harian Bild, Mino Raiola mengatakan bahwa ia enggan untuk membahas masa depan dan kemungkinan transfer Mkhitaryan ke klub lain. Mino menegaskan bahwa kliennya masih memiliki kontrak dengan Dortmund hingga tahun 2017 mendatang. Dan Mkhitaryan sendiri masih menghormati kontrak tersebut.…

Daniel Alves Akui Adanya Ketertarikan dari Juventus

Daniel AlvesNamun, dituturkan Agen Transfer Full Back Brasil tersebut bahwa tidak hanya Juventus yang menginginkan servis Daniel Alves, ada juga tawaran yang nyata dari sejumlah klub Eropa lainnya, dari Inggris, Pranics, dan dua klub Turki.

Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh web login sbobet Alves memang sedang digadang-gadang akan merumput di Serie A Italia, namun sejauh ini masih dalam wacana saja.

Daniel Alves, full back asal Brasil tersebut membenarkan adanya ketertarikan dari pihak raksasa Serie A Italia, Juventus, terkait peluang transfer yang mungkin terwujud pada musim panas ini. Memang harus diakui bahwa Daniel Alves menjadi salah satu kunci sukses Barcelona sejak yang bersangkutan ditebus dari Sevilla pada tahun 2005 silam. Sebenarnya, Alves yang kini berusia 33 tahun sempat akan meninggalkan Camp Nou pada bursa transfer musim panas tahun 2015 kemarin, selepas antarkan Barcelona raih Treble winner kedua dalam sejarah klub. Namun, pada akhirnya, sang pemain menyepakati perpanjangan kontrak berdurasi dua tahun dari Blaugrana dan akhirnya bertahan sampai saat ini. Sisa kontrak sang pemain sekarang tinggal 1 tahun lagi, dan hal itu diyakini akan dimanfaatkan Juventus untuk mendatangkannya ke Turin.

Juventus sendiri tidak bisa membantah dan tidak bisa mengkonfirmasi kabar tersebut, begitu juga dengan pihak Daniel Alves, yang mengakui bahwa memang ada ketertarikan dari sang juara bertahan Serie A Italia tersebut. Lewat agen transfernya, Santa Ana, Alves membenarkan adanya tawaran dari Juventus, namun, selain Juve, juga ada beberapa tawaran nyata lainnya.

“Tidak benar bahwa sudah tercapai kesepakatan antara kami, dani tidak melakukan kesepakatan dengan siapapun sejauh ini, dan sekarang, dia sedang fokus bersama Brasil, fokus melakukan yang terbaik bagi Tim Nasional di ajang Copa America Centenario nanti”

“Memang benar bahwa saya sudah bertemu dengan Juventus, namun tawaran yang nyata bukan hanya datang dari mereka, saya juga bertemu dengan dua klub turki, satu klub inggris, dan satu lagi berasal dari Prancis” Ujar Santa ana kepada reporter.…

Kota Saint Etienne Sebagai Tuan Rumah Euro 2016

Kota Saint Etienne Sebagai Tuan Rumah Euro 2016

Prancis patut bangga dengan perkembangan dari beberapa kota mereka, dimana salah satu kota bernama Saint Etienne merupakan kota tua yang menjadi kiblat dari program desain kawasan Badan Internasional PBB untuk bidang pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO). Setalah masa Romawi dan Spanyol datang ke kota ini berubah menjadi salah satu kawasan ekonomi maju di Prancis.

Memasuki abad 18 kota ini menjelma sebagai perubahan industri Prancis, dimana Saint Etienne menjadi pusat dari industri alat-alat berat dan besi baja terkoneksi dan berlanjut pada abad 19 kota ini kembali lebih maju dengan pertambangan yang besar. Hal ini sekaligus membuat Saint Etienne sebagai kota pertama di Eropa yang memiliki jalur kereta api yang digunakan untuk mengangkut semua hasil pertambangan.

Namun lambat tahun kota ini telah mengalami keterpurukan, tepatnya pada 1970. Hal ini dikarenakan melemahnya perekonomian dalam bidang pertambangan dan alat-alat berat, serta melemahnya perdagangan di benua Eropa. Dengan demikian, Saint Etienne mengalami kemunduran dari segi ekonomi yang membuat mereka diselimuti banyak masalah dalam hal apapun.

Waktu berjalan, Saint Etienne bekerja sama dengan pemerintahan Prancis telah menghasilkan perkembangan yang baik, dengan begitu kota tersebut kembali kepada level tertinggi. Namun semua ini bukan lagi hal pertambangan dan alat-alat berat, akan tetapi Saint Etienne sukses dengan daya tarik sektor pariwisata yang berhasil membawa kembali gairah ekonomi kota tersebut.

Sementara itu dari dunia sepakbola, Saint Etienne tercatat memiliki sejarah yang cukup panjang. Semua ini berawal dari para pekerja yang berada di kota tersebut dengan mengisi waktu luang mereka dengan bermain sepakbola. Sampai pada akhirnya mereka semua sepakat untuk membentuk tim sepakbola bernama AS Saint Etienne yang biasa dikenal dengan sebutan St Etienne yang resmi didirikan pada 1912.

Musim terus berganti dan pada akhirnya klub tersebut mulai dikenal sebagai kekuatan tim sepakbola terbesar di benua Eropa, terbukti pada musim 1961 dengan diarsiteki oleh pelatih Roger Rocher Saint Etienne berhasil meraih beberapa gelar penting di liga domestik dan yang paling tinggi ketika sang pelatih berhasil membawa tim ini berlaga di partai final Liga Cahmpions era 1976 bertemu dengan Bayern Munchen, namun saya Saint Etienne harus kalah dari Munchen dengan skor tipis 1-0.

Meski gagal dalam ajang final Liga Champions, publik Saint Etienne tetap melakukan pesta besar di kita mereka. Semua ini sebagai tanda kesuksesan kota tersebut menembus zona Eropa untuk pertama kalinya dan sampai sekarang ini Saint Etienne tercatat sebagai tim sepakbola dengan koleksi terbanyak gelar juara Ligue 1.

Berikut kami sajikan jarak antar kota yang ada di Prancis sebagai bahan penambah jika anda semua ingin berpindah tempat demi menyaksikan pertandingan Euro 2016.

Lille: 751 km
Lens: 735 km
Bordeaux: 541 km
Toulouse: 541 km
Saint Denis: 541 km
Paris: 523 km
Nice: 500 km
Marseille: 336 km
Lyon: 65 km…

Kota Paris Sebagai Tuan Rumah Euro 2016

Kota Paris Sebagai Tuan Rumah Euro 2016

Paris sangat pantas sebagai tuan rumah pargelaran Piala Euro 2016, mengingat kota ini memiliki pesona sejarah yang menarik perhatian publik di dunia. Terletak di tepi sungai Seine, Paris merupakan daya tarik dari negara Prancis seperti beberapa bangunan serta monumen telah menjadi saksi bisu sejarah pembentukan negara bernama Prancis.

Diketahui dalam buku sejarah Prancis, kota Paris dibangun pada abad ke 3 sebelum masehi oleh suku Parisii dari bangsa Gallic-Celtic. Salah satu penulis ternama, Trudy Ring merilis karya nya yang berjudul Northen Europa: International Dictionary of Historic Places menceritakan jika kota itu diberi nama Paris setelah masa kekaisaran Romawi berakhir di Prancis.

Sampai pada masa ke masa Paris berkembang menjadi pusat kota, terbukti beberapa kejadian bersejarah terjadi disana. Termasuk dari penyerbuan penjara Bastille pada 1749, dimana tahun tersebut menjadi awal dari kebangkitan Prancis dalam membangun kemajuan dari bidang apapun di mata dunia.

Bukan itu saja, Paris juga terkenal sebagai kota dengan peninggalan bangunan yang memiliki sejarah panjang. Sebut saja Menara Eiffel yang menjadi ikon Prancis dimata dunia dan bahkan menara yang dibangun oleh Gustave Eiffel itu sempat menjadi bangunan tertinggi dunia di abad 19. Begitu juga dengan The Arc de Triophe, monumen ini adalah salah satu bangunan yang didirikan oleh Napoleon Bonaparte dengan bantuan arsitek Jean Chalgrin.

Hal ini mereka lakukan untuk bisa mengenang jasa dari tentara-tentara Prancis usai meraih kemenangan dalam pertempuran Austerlitz. Selain itu juga ada satu nama museum terbesar Prancis yang bernama The Louvre, museum ini memiliki luas hampir 60.000 m2 dalam kompleks Istana Louvre. Di museum tersebut terdapat beberapa kesenian bersejarah Prancis dan juga beberapa koleksi lukisan bersejarah dari Leonardo da Vinci dengan karya yang bernama Monalisa.

Sementara itu dari segi dunia Olahraga, Paris juga terkenal sebagai fanatik si kulit bundar. Ini semua terjadi ketika beberapa pebisnis luar negeri berencana untuk membuat tim resmi pada awal tahun 1960an. Pada saat itu pihak nya telah membangun sebuah klub bernama Paris FC dengan menggabungkan Stade Saint Germain menjadi Paris Saint Germain atau biasa kita kenal dengan PSG.

Sampai pada akhirnya klub tersebut sukses di liga domestik dengan raihan jumlah terbanyak gelar Ligue 1 Prancis mengalahkan rekor yang dipegan sebelumnya oleh Saint Etienne. Diketahui PSG sudah mengoleksi gelar liga sebanyak 40 trophi. Bukan itu saja, klub yang saat ini diarsiteki oleh Laurent Blanc sempat diperkuat dengan nama-nama pemain legendaris semacam Youri Djorkaeff, David Ginola serta George Weah.

Hingga memasuki musim 2011, pengusaha besar asal Qatar berani mengambil alih kepemilikan PSG. Selanjutnya PSG menjelma sebagai tim raksasa di liga domestik maupun Eropa dan berhasil mendapatkan beberapa pemain kelas dunia seperti Thiago Silva, David Luiz, Angel De Maria, Zlatan Ibrahimovic dan Edison Cavani. Semua ini mereka lakukan dengan satu impian yakni bisa meraih gelar juara liga champions.

Berikut kami sajikan jarak antar kota yang berada di Prancis, ini dilakukan untuk memudahkan anda semua agar bisa mempertimbangkan kemana tujuan anda selanjutnya dan tidak lepas dari keinginan anda untuk melihat pertandingan Euro 2016.

Nice: 946 km
Marseille: 780 km
Toulouse: 681 km
Bordeaux: 591 km
Saint Etienne: 526 km
Lyon: 470 km
Lille: 225 km
Lens: 201 km
Saint Denis: 16 km…

Grup E Euro 2016: Republik Irlandia

Grup E Euro 2016: Republik Irlandia

Dalam catatan sejarah yang ada ‘Republik Irladia’ belum pernah menghasilkan gelar juara di ajang Internasional apapun, apalagi mereka baru sedikit mencatatkan berlaga dalam putaran final dan baru tiga kali menapaki turnamen terbesar sekalas Piala Euro. Dimana Piala Euro ini sudah berlangsung sebanyak 15 kali sejak yang pertama bergulir pada 1960 silam.

Republik Irlandia sendiri memiliki catatan manis ketika periode kepelatihan Jack Charlton pada tahun 1986. Dimana lewat sosok pelatih bertangan dingin ini Republik Irlandia mampu keluar sebagai pemenang dalam ajang turnamen segitiga Islandia dengan mengalahkan Islandia dan Cekoslowakia.

Ditangan Charlton pula Irlandia untuk pertama kalinya lolos keputaran final Piala Euro pada 1988, hingga berlanjut dengan lolos nya mereka dalam turnamen berlevel Piala Dunia pada tahun 1990 dan 1994 serta masih ditangan dingin pelatih asal Inggris tersebut.

Bukan itu saja, ketika pargelaran Piala Dunia 1990 Charlton berhasil membawa Republik Irlandia menembus babak perempat final dan tiga tahun berselang untuk pertama kalinya Republik Irlandia berada di posisi enam terbaik dunia dalam versi rangking FIFA. Sampai pada akhirnya Charlton memutuskan untuk mundur dari jabatannya dan digantikan oleh sosok pelatih muda Mick McCarthy pada tahun 1996.

Akan tetapi bukanya tambah baik, justru sebaliknya Republik Irlandia malah terpuruk dalam zona merah yang bisa dikatakan sepi dalam keikutsertaan mereka di level Internasional. Musim pun berlalu dengan tibanya mereka pada tahun 2015 dan diluar dugaan Republik Irlandia berhasil membuktikan dirinya bahwa mereka masih memiliki mental bertanding yang baik.

Hasil ini tidak lepas dari peran pelatih baru Martin O’Neil yang secara perlahan merubah semua permainan dan skuat pemain yang ada. Alhasil Republik Irlandia berhasil ganas dalam babak kualifikasi Euro 2016 dan berhak mendapatkan tiket terbang ke Prancis dalam mengikuti putaran final. Meski semua itu mereka dapat melalui babak play off, karena Irlandia finis pada posisi ketiga klasemen akhir babak kualifikasi kemarin.

Republik Irlandia sendiri pada babak putaran final berada pada grup E bersama dengan Belgia, Italia dan Swedia. Sebagai bahan pengingat dari timnas Republik Irlandia, mereka akan menghadapi pertandingan berat dalam babak penyisihan grup nanti. Dimana lawan pertama yang akan mereka hadapi adalah Swedia pada tanggal 13 Juni di Stade de France. Sebagai tim berjuluk kuda hitam, bahwasannya mereka akan menjadi tim yang siap memberikan kejutan kepada tim-tim besar.…

Grup E Euro 2016: Swedia

Grup E Euro 2016: Swedia

Pada pargelaran Piala Euro 2016 Prancis, kali ini Swedia hadir kembali dalam turnamen terbesar benua Eropa tersebut. Berdasarkan hasil undian yang dilakukan UEFA pada bulan Desember tahun lalu, Swedia tergabung dalam Grup E yang banyak orang katakan sebagai grup maut. Dimana grup tersebut diisi oleh negara-negara besar macam, Italia, Belgia dan Republik Irlandia. Ingin lebih tahu perjalanan lengkap dari Timnas Swedia, berikut kami sajikan Profil terbaru dari mereka.

Nama Lengkap: Swedia
Julukan: The Blue Yellow
Asosiasi: Svenska Fotbollforbundet (SvFF)
Konfederasi: UEFA
Caps Terbanyak: Ander Svensson
Top Skorer: Zlatan Ibrahimovic
Prestasi Tertinggi: Friends Arena
Kapten Tim Saat Ini: Zlatan Ibrahimovic

Swedia kali ini datang dengan kekuatan lama, mereka masih mengandalkan beberapa pemain senior macam Zlatan Ibrahimovic, Alexander Milosevic dan juga Kim Kallstrom. Dengan harapan mereka semua mampu memberikan yang terbaik untuk tim ini, besar harapan publik Swedia yang merindukan gelar juara yang bersifat Internasional.

Walaupun Swedia yang sekarang tidak terlalu dianggap sebagai tim yang berbahaya, apalagi perjalanan mereka ke Euro 2016 hampir saja gagal. Namun pada buktinya, Swedia yang dulu pernah menjadi salah satu tim terbaik dunia. Bahkan diketahui mereka sempat menjadi finalis Piala Dunia, ditambah mereka sempat menempati posisi rangking kedua FIFA pada tahun 1994 lalu.

Dan menyambut Piala Euro Prancis tahun ini, Swedia memasang target awal bisa mencapai babak semi final dan tidak menutup kemungkinan bisa melaju sampai babak final. Sampai sejauh ini Swedia terus melakukan beberapa uji coba sebagai ajang untuk mengukur kemampuan skuat pemain yang mereka miliki. Sang pelatih, Erik Hamren tetap berkeyakinan penuh jika skuat yang ada sekarang ini bisa memberikan kejutan pada negara-negara lain.

Dan tiba pada akhirnya Erik Hamren mengumumkan skuat inti dari timnas Swedia yang akan diberangkatkan ke Prancis bulan Juni hingga Juli mendatang:

Penjaga Gawang: Andreas Isaksson, Kristofer Nordfeldt, Robin Olsen

Pemain Bertahan: Pierre Bengtsson, Erik Johanson, Alexander Milosevic, Oscar Wendt, Andreas Granqvist, Mikael Antonsson, Martin Olsson, Mikael Lustig.

Pemain Tengah: Emil Forsberg, Sebastian Larsson, Albin Ekdal, Kim Kallstrom, Pontus Wernbloom, Jimmy Durmaz, Zengin, Oscar Lewicki, Abdul Khalili.

Penyerang: Zlatan Ibrahimovic, Ola Toivonen, Isaac Thelin, Marcus Berg.…

Grup E Euro 2016: Belgia

Grup E Euro 2016: Belgia

Belgia hadir dalam ajang Piala Euro 2016 dengan mental yang sudah cukup baik, terbukti dalam ajang Piala Dunia 2014 lalu mereka berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai tim yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terbukti Eden Hazard cs mampu melangkah sampai babak perempat final Piala Dunia Brasil lalu.

Data lengkap Timnas Belgia:

Asosiasi: KBVB (Royal Belgian Football Association)
Konfederasi: UEFA
Stadion: King Baudouin Stadium
Julukan: The Reds Devils
Peringkat Terbaik FIFA: Nomor 1 pada bulan November 2015
Penampilan Terbanyak: Jan Ceulemans

Namun dalam buku sejarah negara tersebut, Belgia belum pernah sekalipun merasakan gelar juara Dunia maupun Eropa. Pencapaian terbaik mereka hanya hadir pada Piala Dunia 1986 dengan menempati posisi keempat, berlanjut ke Piala Euro 1980 dengan manjadi Runner up. Adapun dalam pargelaran Piala Dunia 2016 kali ini, mereka bertekad untuk bisa meraih gelar juara pertamanya di ajang Internasional.

Dengan bermaterikan pemain-pemain kelas dunia seperti Eden Hazard, Marouane Fellaini, Kevin De Bruyne, Radja Nainggolan dan sang kapten Vincent Kompany. Banyak yang beranggapan jika Belgia mampu memberikan kejutan pada pargelaran terbesar Eropa tersebut.

Sebagai bahan penambah analisa anda dalam menentukan tim mana yang menjadi favorit juara Piala Euro 2016 Prancis, berikut kami hadirkan skuad timnas Belgia.

Pelatih: Marc Wilmots

Kiper: Thibaut Courtois, Simon Mignolet, Jean Francis Gillet

Bek: Toby Alderweireld, Laurent Ciman, Jason Denayer, Vincent Kompany, Nicolas Lombaerts, Sebastian Pocognoli, Jelle Van Damme, Jan Vertonghen.

Gelandang: Radja Neinggolan, Kevin De Bruyne, Marouane Fellaini, Stevan Defour, Moussa Dembele, Axel Witsel, Nacer Chadli.

Penyerang: Eden Hazard, Yannick Ferreira Carrasco, Adnan Januzaj, Dries Mertens, Divock Origi, Romelu Lukaku

Hasil drawing pun sudah keluar, Belgia tergabung di Grup E bersama dengan tim kuat lain seperti Italia, Swedia dan Republik Irlandia. Namun dengan melihat lawan-lawan yang akan mereka hadapi, sang pelatih Marc Wilmots tetap berkeyakinan dengan skuat emas yang ada sekarang ini, dia optimis Belgia bisa keluar dari grup maut tersebut.…

Grup E Euro 2016: Italia

Grup E Euro 2016: Italia

Memiliki nama lengkap Federasi Sepakbola Italia atau biasa dikenal dengan sebutan Federazione Italiana Giuoco (FIGC) tercatat lahir pada tahun 1898 dan resmi bergabung dengan persatuan FIFA pada tahun 1905. Bukan itu saja Italia terlahir sebagai negara sebelum Jerman dan Brasil yang paling sering mendapatkan gelar juara Piala Dunia dengan raihan empat kali.

Raihan emapat kali juara Italia berhasil dicatatkan pada tahun 1934, 1938, 1982 dan 2006. Sedangkan dalam ajang Piala Euro mereka hanya mampu keluar sebagai juara sebanyak satu kali, yakni terjadi pada tahun 1968. Dan pada tahun 2016 kali ini, mereka akan mencoba keberuntungannya dalam ajang terbesar di benua Eropa tersebut.

Jelang Piala Euro 2016 Prancis pada bulan Juni mendatang, Italia sukses masuk dalam babak kualifikasi grup. Dalam keikutsertaan mereka dalam turnamen itu, sang pelatih Italia saat ini Antonio Conte sudah mempersiapkan 27 pemain yang akan dibawa ke Paris. Nama-nama pemain senior macam, Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini dan Danielle de Rossi sudah dipastikan masuk dalam skuat inti Italia.

Perihal persiapan Gli Azzurri julukan dari timnas Italia sendiri sudah melakukan beberapa kali uji coba dengan negara lain seperti Belgia, namun dalam ajang uji coba tersebut Italia harus bertekuk lutut dengan skor telak 3-1. Sampai sejauh ini mereka terus melakukan perubahan dalam sektor pertahanan dan disisi penyerangan. Antonio Conte selaku pelatih utama menyakini jika anak asuhnya dapat melangkah jauh dalam turnamen Euro 2016 mendatang.

Sementara itu, Italia sendiri akan tergabung dalam Grup E dalam ajang Piala Euro 2016 mendatang yang diisi oleh negera-negara besar seperti Belgia, Republik Irlandia, Swedia dan juga Italia sendiri. Melihat dari lawan-lawan yang mereka hadapi, Italia diprediksi harus sedikit berhati-hati dengan lawan mereka seperti Swedia dan juga Belgia yang diatas kertas mampu kapan saja menjatuhkan Italia dalam ajang tersebut.

Berikut Skuat timnas Italia dalam ajang Piala Euro 2016 Prancis yang akan digelar pada bulan Juni hingga Juli tahun ini:

Penjaga Gawang: Gianluigi Buffon, Salvatore Sirigu, Daniele Padelli

Pemain Belakang: Matteo Darmian, Mattia de Sciglio, Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Andrea Ranocchia, Davide Astori, Davide Santon

Pemain Tengah: Alessandro Florenzi, Antonio Candreva, Claudio Marchisio, Marco Verratti, Marco Parolo, Danielle de Rossi, Ricardo Montolivo, Roberto Soriano, Andrea Bertolacci, Andrea Pirlo

Penyerang: Eder, Graziano Pelle, Stephan El Shsarawy, Lorenzo Insigne, Fabio Quagliarella, Simone Zaza, Domenico Berardi.…